Film dokumenter favorit: Landscape (Sergei Loznitsa, 2003)

Pemandangan tanpa manusia ini awal menuju kisah tentang lanskap sosial, tak semata geografis
Pemandangan tanpa manusia ini awal menuju kisah tentang lanskap sosial, tak semata geografis

Film bermula dari lanskap yang kosong, menggambarkan tanah bersalju dan tampak dingin. Tak terlihat manusia, ketika gambar berpindah dari satu pemandangan ke pemandangan lain menggambarkan pekarangan rumah atau pagar-pagar yang diam. Pelan-pelan mulai terlihat orang berjalan ketika papan nama toko mulai tampil. Sampai akhirnya wajah-wajah mulai memenuhi layar, gambar orang-orang sedang berkumpul. Mereka menunggu bis sambil bercakap-cakap. Suara merdeka berdengung bagai lebah, dan kita dapat mendengar satu percakapan menonjol ketimbang yang lain, dan akhirnya mengikuti suara percakapan itu. Dari sini saya sadar: lanskap di film ini bukan dalam pengertian geografis, tapi sosial.

Ketika percakapan diikuti dengan baik, kita akan sadar bahwa ada sesuatu yang agak keliru. Percakapan itu tampak tidak sinkron sepenuhnya dengan gambar. Suara-suara seperti diambil dari sumber lain dan ditempelkan ke suasana orang-orang menunggu bis. Sebuah teknik yang jitu untuk menghadirkan potret berlapis tentang masyarakat, bahwa apa yang ada di pedalaman berbeda sama sekali dengan yang tampil di permukaan.

Yang lebih menarik adalah: potret seperti apa yang disajikan oleh Sergei Loznitsa? Inilah yang membuat saya memasukkan film ini ke dalam daftar saya. Loznitsa seperti seorang etnografer modern, menggambarkan masyarakat Rusia kontemporer dengan cara unik. Ia mengorek pengalaman tersembunyi di balik wajah-wajah kosong dalam filmnya. Pengalaman yang berhubungan dengan kekerasan dan hidup kelas pekerja yang sulit yang tak akan terungkap dalam hidup sehari-hari. Percakapan mereka penuh dengan ancaman kekerasan, kecurigaan dan kekesalan terhadap keseharian. Sampai ketika bis datang, yang terjadi adalah semacam kekacauan. Loznitsa dengan cerdik meng-close up kepala-kepala orang berdesakan, sambil meneruskan percakapan penuh kedengkian dan ancaman yang juga tetap tidak sinkron dengan gambar.

Hingga akhir film saya tak tahu persis apakah percakapan yang terdengar tadi memang berasal dari orang-orang yang digambarkan dalam film, dan justru inilah potret yang ingin ditampilkan oleh Loznitsa. Ia ingin bertanya siapa yang sesungguhnya diam-diam menulis riwayat hidup kolektif masyarakat, di luar apa yang mereka tampilkan di permukaan.

http://vimeo.com/28638542

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s